CARA KERJA ENKRIPSI END-TO-END

 

CARA KERJA ENKRIPSI END-TO-END


A.      Pengertian Enkripsi

Enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Hal tersebut adalah dengan menukar karakter huruf pada plainteks menjadi tepat satu karakter pada chiperteks. Enkripsi digunakan dengan tujuan untuk keamanan. Enkripsi sendiri adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani “kryptos” yang berarti tersembunyi atau rahasia. Dikutip dari Search Security, pesan terbuka (plaintext) yang dienkripsi, akan diubah ke dalam sebuah kode acak rahasia, sehingga informasi tersebut tidak bisa dibaca. Metode ini biasa disebut juga dengan kriptografi. Biasa di dunia komputer, pesan terenkripsi disebut ciphertext. Metode yang dipakai untuk mengunci dan membuka kunci ciphertext disebut algoritma enkripsi atau ciphers. Di dalam cipher ini terdapat variabel unik berupa kode sandi rahasia yang acak. Dengan begitu, jika di tengah pengiriman pesan terenkripsi ada penyusup yang tidak sah dan ingin mengintip isi pesan, si penyusup tadi harus menebak kode sandi mana yang digunakan pengirim untuk mengenkripsi pesan tersebut, serta variabel mana yang digunakan sebagai kunci untuk membuka pesan. Dengan tingkat kesulitan itulah yang membuat enkripsi menjadi sistem keamanan yang diunggulkan saat ini. Banyak data sensitif dilindungi dengan sistem enkripsi, seperti data dari pemerintah dan militer. Belakangan, sistem enkripsi juga digunakan pula untuk melindungi data yang disimpan di dalam komputer dan penyimpanan perangkat. Termasuk data yang transit melalui jaringan, seperti di aplikasi chat atau sosial media.

 

B.       Pengertian Enkripsi end-to-end

Enkripsi end-to-end merupakan salah satu pengimplementasian enkripsi asimetris. Lebih jelasnya enkripsi end-to-end adalah teknik pengamanan pesan teks, gambar, suara, maupun video yang hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Kenapa tidak dapat dibaca? Itu karena proses enkripsi yang telah dijelaskan pada awal paragraf. Signal Protocol ini awalnya digunakan untuk aplikasi pesan singkat bernama TextSecure yang merupakan aplikasi pesan singkat terenkripsi. TextSecure mampu  mengamankan transmisi pesan pribadi, pesan grup, lampiran dan media ke pengguna lainnya. Di tahun 2015, TextSecure berubah menjadi Signal dan saat ini aplikasi tersebut masih tersedia di Google Play Store dan App Store. Kehadiran Signal Protocol menjadi dasar dalam menjalankan layanan enkripsi kepada pengguna dan salah satu perusahaan yang menggunakan layanan enkripsi adalah WhatsApp. WhatsApp dikembangkan oleh Brian Acton dan Jan Koum di tahun 2009 dan diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2014. Di tahun yang sama  Open Whisper Systems mengumumkan kemitraan dengan WhatsApp untuk menyediakan enkripsi. Setelah melakukan berbagai pengembangan akhirnya pada tahun 2016, enkripsi ujung-ke-ujung hadir untuk setiap bentuk komunikasi di WhatsApp. Hingga kini teknologi enkripsi ini mulai banyak digunakan di berbagai aplikasi seperti Facebook Messenger, Skype, Telegram dan Zoom.

 

C.       Cara Kerja Enkripsi End-to-end

Cara kerja end-to-end process adalah dengan mengenkripsi pesan dan mengubah pesan menjadi karakter acak atau chipertext. Setiap pengguna akan memiliki Public Key dan Private Key. Seperti contoh ilustrasi sebagai berikut, misalnya ada 2 orang bernama Hugo dan Rain. Suatu ketika Hugo ingin mengirimkan pesan kepada Rain melalui sebuah aplikasi yang menggunakan sistem keamanan enkripsi end-to-end. Rain memiliki Public Key dan Private Key itu adalah dua kunci enkripsi yang terkait secara matematis. Public Key dapat dibagikan kepada siapa saja, tetapi hanya Rain saja yang memiliki Private Key. Waktu proses pengiriman pesan Hugo menggunakan Public Key  Rain untuk mengenkripsi pesan yang dikirimkan dan selanjutnya pesan tersebut akan diubah menjadi chipertext sehingga sulit dibaca. Pesan yang dikirim Hugo kepada Rain hanya bisa dibaca oleh Rain melalui Private Key yang dimiliki. Ketika pesan masuk kepada penerima maka Private Key akan membantu membaca atau mendeskripsikan pesan yang dikirim. Proses yang sama akan terjadi apabila Rain ingin membalas pesan dari Hugo.

 

D.      Kelebihan dan Kekurangan Enkripsi End-to-end

Kelebihan pertama adalah lebih menjaga privasi, karena tidak ada yang bisa membaca pesan Anda kecuali akun yang menerimanya. Ini seperti mengirim surat dan memasukkannya ke dalam kotak yang sulit dibuka dan kebal terhadap berbagai gangguan. Kelebihan kedua adalah tidak ada yang bisa mengubah pesan yang sudah dikirim dalam bentuk enkripsi. Pesan terkirim akan kacau jika diubah dan jika pesan terkirim diubah akan segera terdeteksi. Namun, teknik ini juga memiliki kekurangan. Pertama, teknologi enkripsi ujung ke ujung memungkinkan kita menyembunyikan isi pesan, tetapi server tahu kapan pesan itu dikirim.

Server tidak dapat membaca pesan, tetapi menyadari bahwa mereka bertukar pesan pada tanggal dan waktu tertentu. Kedua, jika seseorang memiliki akses ke perangkat yang Anda gunakan untuk berkomunikasi, mereka dapat membaca semua pesan Anda dan menulis serta mengirim pesan atas nama Anda. Oleh karena itu, mengamankan enkripsi end-to-end ke memerlukan pengamanan akses ke perangkat dan aplikasi. Berikan kode PIN sebelum membuka aplikasi. Tujuannya adalah untuk mencegah penyalahgunaan komunikasi Anda dan kemampuan untuk menyamar sebagai Anda jika perangkat Anda hilang atau dicuri. Ketiga, teknologi ini tidak dapat memverifikasi perangkat lawan bicara. Artinya, jika perangkat seluler teman bicara Anda hilang, dicuri, atau lepas dari tangan Anda, pesan yang Anda kirim dapat diterima oleh pencuri atau pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Jadi kesimpulan yang dapat diambil dari uraian diatas adalah enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Hal tersebut adalah dengan menukar karakter huruf pada plainteks menjadi tepat satu karakter pada chiperteks. Enkripsi digunakan dengan tujuan untuk keamanan. Biasa di dunia komputer, pesan terenkripsi disebut ciphertext. Metode yang dipakai untuk mengunci dan membuka kunci ciphertext disebut algoritma enkripsi atau ciphers. Di dalam cipher ini terdapat variabel unik berupa kode sandi rahasia yang acak. Dengan tingkat kesulitan itulah yang membuat enkripsi menjadi sistem keamanan yang diunggulkan saat ini. Banyak data sensitif dilindungi dengan sistem enkripsi, seperti data dari pemerintah dan militer. Belakangan, sistem enkripsi juga digunakan pula untuk melindungi data yang disimpan di dalam komputer dan penyimpanan perangkat. Termasuk data yang transit melalui jaringan, seperti di aplikasi chat atau sosial media. Enkripsi end-to-end merupakan salah satu pengimplementasian enkripsi asimetris. Ini seperti mengirim surat dan memasukkannya ke dalam kotak yang sulit dibuka dan kebal terhadap berbagai gangguan. Pesan terkirim akan kacau jika diubah dan jika pesan terkirim diubah akan segera terdeteksi. Pertama, teknologi enkripsi ujung ke ujung memungkinkan kita menyembunyikan isi pesan, tetapi server tahu kapan pesan itu dikirim. Server tidak dapat membaca pesan, tetapi menyadari bahwa mereka bertukar pesan pada tanggal dan waktu tertentu. Oleh karena itu, mengamankan enkripsi end-to-end ke memerlukan pengamanan akses ke perangkat dan aplikasi. Ketiga, teknologi ini tidak dapat memverifikasi perangkat lawan bicara.

 

Referensi :

https://telset.id/news/in-depth/teknologi-enkripsi-end-to-end/

https://www.tagar.id/mengenal-enkripsi-endtoend-pada-whatsapp-dan-cara-kerjanya#:~:text=Enkripsi%20end-to-end%20adalah%20teknologi%20yang%20mampu%20mengamankan%20pesan,diamankan%20dan%20hanya%20bisa%20diakses%20penerima%20yang%20dituju.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK, DAN NET ID